Jurnalistik Bagi Masyarakat ( Journalism In The Public )

Seiring dengan Perkembangan zaman yang semakin pesat dan minimnya informasi, kehadiran seorang jurnalis tentu sangat dibutuhkan dikalangan masyarakat. 

Wartawan atau jurnalis adalah seseorang yang melakukan jurnalisme atau orang yang secara teratur menuliskan berita (berupa laporan) dan tulisannya dikirimkan/dimuat di media massa secara teratur. Laporan ini lalu dapat dipublikasi dalam media massa, seperti koran, televisi, radio, majalah, film dokumentasi, dan internet. Wartawan mencari sumber mereka untuk ditulis dalam laporannya; dan mereka diharapkan untuk menulis laporan yang paling objektif dan tidak memiliki pandangan dari sudut tertentu untuk melayani masyarakat.
 


terkait dengan profesi saya sebagai pers mahasiswa (persma), saya himbau demi kemaslahatan umat "masyarakat harus cerdas dalam memilih pers agar hanya pers berkualitas yang bisa hidup dan yang tidak berkualitas segera mati," memang tak sepantasnya saya berbicara begitu, coba bayangkan jika informasi yang disajikan oleh wartawan adalah informasi hanya untuk memutar balikkan fakta, apa yang terfikirkan di benak anda..? 

Menurut Leo, saat ini ada empat golongan wartawan yang harus disikapi berbeda oleh masyarakat:
- pertama adalah wartawan yang menolak “amplop”. Mereka beranggapan menerima amplop bertentangan dengan fungsi yang dijalankannya.
-kedua wartawan yang menerima amplop dengan alasan perusahaan persnya tidak memberi gaji yang mencukupi.
-Ketiga, wartawan yang memperalat pers untuk mendapat uang. Banyak dari golongan ini yang membuat penerbitan pers hanya untuk menjadi alat pemeras narasumber saja.
-keempat adalah “wartawan” gadungan yang hanya mengejar amplop. Sebutan untuk golongan ini beragam, seperti CNN (cuma nanya-nanya), WTS (wartawan tanpa suratkabar), Muntaber (muncul tanpa berita), atau wartawan bodrex. “Kalau wartawan bodrex bukan dibina tapi diusir. | Rizqi Shafriyaldi

Student Library Expectations (Harapan Perpustakaan Mahasiswa)


Perpustakaan merupakan jantung perguruan tinggi (the heart of the campuss). Keberadaan perpustakaan mutlak diperlukan dalam rangka mendukung suksesnya perguruan tinggi yang bersangkutan. Perpustakaan berkewajiban untuk menyediakan berbagai sumber infomasi yang dapat mendukung semua aktivitas di perguruan tinggi yang dikenal dengan istilah Tri Darma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan/pengajaran, penelitian dan pengabdian pada masyarakat.

      

Perpustakaan perguruan tinggi dituntut mempunyai buku-buku di berbagai bidang dan selalu mengikuti perkembangan dunia, terdokumentasi dengan rapi, berpelayanan baik, dan memiliki pencitraan baik pula.Tidak ada pengunjung yang masih mencari-cari buku yang dibutuhkan atau kesulitan dalam mencari buku yang dikehendaki, salah satu aplikasi yang dapat digunakan adalah :

       OPAC Merupakan singkatan dari Online Public Access Catalog, OPAC adalah katalog elektronik yang biasa digunakan oleh pengguna untuk mengetahui keberadaan suatu koleksi,  OPAC ini merupakan sistem katalog terotomasi, sehingga katalognya disimpan dalam bentuk yang terbaca mesin serta dapat diakses secara online oleh pengguna perpustakaan melalui terminal dan menggunakan perangkat lunak yang mudah dioperasikan. 

     

Secara umum, perpustakaan memiliki 5 fungsi, yakni :

  • Sumber informasi. Perpustakaan berfungsi sebagai tempat menyimpan karya manusia, khususnya karya cetak seperti buku, majalah, dan sejenisnya serta karya rekaman seperti kaset, piringan hitam, dan sejenisnya. Dalam kaitannya dangan fungsi simpan, perpustakaan bertugas menyimpan khazanah budaya hasil masyarakat.

  • Sarana pendidikan dan pembelajaran. Perpustakaan merupakan sarana pendidikan nonformal dan informal, artinya perpustakaan merupakan tempat belajar di luar bangku sekolah maupun juga tempat belajar dalam lingkungan pendidikan sekolah.

  • Penelitian. Perpustakaan sebagai penunjang kegiatan penelitian dalam rangka fungsi Tri Darma Perguruan Tinggi, menjadi sumber  informasi yang menjadi acuan dalam mencari literatur.

  • Pengabdian masyarakat. Perpustakaan menjadi sarana pendukung dalam pelaksanaan salah satu fungsi Tri Darma Perguruan Tinggi.

  • Rekreasi. Perpustakaan sebagai tempat untuk menikmati rekreasi kultural dengan cara membaca dan bacaan ini disediakan perpustakaan. Fungsi rekreasi ini tampak nyata pada perpusakaan umum.

 

       Pelayanan perpustakaan berorientasi pengguna harus segera diimplementasikan di perpustakaan untuk menunjang proses akselerasi transfer ilmu pengetahuan, yang secara global dapat mempengaruhi tingkat kecerdasan dan berimbas pada kemajuan bangsa dalam segala bidang, berorientasi pada pengguna, berarti perpustakaan telah menempatkan pengguna sebagai subjek dari layanan perpustakaan. | Rizqi Shafriyaldi



Popular Posts

Visitors